Peran Jurnalistik dan Public Relation (PR) Pada Sebuah Berita

PERAN JURNALISTIK DAN PUBLIC RELATION (PR) PADA SEBUAH BERITA
Syarafina Khanza D, 26 Desember 2020, 11.09 WIB.
2020-12-25T17:00:00Z

images

Jombang - Jurnalistik dan Public Relation (PR) ialah cabang paling popular dalam dunia ilmu komunikasi. Pada dasarnya dunia kejurnalistikan dan Public Relations adalah dua hal yang berbeda, namuan mereka saling berkaitan satu sama lain. Tugas dari kedunya memiliki kesamaan, yaitu menjebarkan infomasi kepada khalayak. Dapat dijelaskan bahwa kegiatan jurnalistik sebagai kegiatan yang memplopori atau memeberikan informasi kepada khalayak secara realistis, berimbang, dan tidak memihak. Berbeda dengan humus, humus merupakan kegiatan memberikan informasi mengenai organisasi tertentu untuk memperoleh kepercayaan, saling pengertian, dan citra yang baik dari publik terhadap organisasi tersebut. Perincian tugas humas, yaitu (1) menciptakan suatau kesan atau image, artinya kesan yang diperoleh dari publik, produk yang berasal dari suatu instansi diperuntukan untuk khalayak; (2) sumber informasi, artinya memberikan informasi kepada publik internal dan eksternal dengan menyediakan sebuah informasi yang akurat sehingga dapat mendukung lembaga; (3) menciptakan ketertarikan, berarti menciptakan sebuah ketertarikan publik yang dapat berdampak bagus kepada organisasi atau lembaga; dan (4) membuat empati, disini humus bertanggung jawab memberikan penjelasan kepada publik atas sebuah kejadiaan yang terjadi pada tubuh perusahaan atau bisa dikatakan mengubah dari yang tidak paham menjadi paham.

Dilihat dari segi infomasi yang disampaikan, umumnya jurnalis memilih informasi atau pesan untuk kepentingan khalayak secara umum, oleh sebab itu informasi yang disampaikan beruapa informasi yang menarik bagi khalayak dan memiliki nilai berita (news value). Sedangkan pada aktivitas PR (Public Relation), informasi yang disampaikan bermaksud untuk membentuk citra dari pihak yang direpresantikannya. Kegiatan penyampaian informasi dari PR secara khusus dilakukan untuk kepentingan pencitraan korparasi atau organisasi yang diwakilkan. Berikut penjelasan aktivitas yang dilakukan oleh PR (Public Relation), kegiatan PR (Public Relation tidak harus digelar dengan konferensi pers atau untuk mengundang wartawan, hanya demi menciptakan citra yang baik. Tetapi humas juga dituntut untuk membuat symbol komunikasi baik verba maupun non verba. Aktivitas verba mislanya menulis artikel, proposal, presentasi, press release, membuat progress report dan lain sebagainya. Lalu komunikasi non verba meliputi open house, presenter, deks information, dan lain sebagainya, yang membuat masyarakat paham pada lembaga.

Dalam dunia jurnalistik, segala jenis berita yang dianggap memiliki news value akan di publikasikan kepada khalayak, baik itu badnews, maupaun goodnews. Dalam etika jurnalistik, berita yang disebarluaskan haruslah berimbang tanpa adanya paksaan atau intervensi dari pihak lain. Dalam PR (public Relation), informasi-informasi yang dianggap bisa menunjukan citra organisasi sebisa mungkin dihindari, namun juga tidak berarti ditutup-tutupi apalaigi sampai menyimpang dari kebenaran. Informasi yang disampaikan oleh PR (Public Relation) pada intinya harus memiliki dampak yang baik bagi image organisasi. PR (Public Relation) yang baik harus mampu menimpa organisasi sehingga citra organisasi tetap terjaga.

Terlepas dari adanya perbedaan kepentingan, baik pelaku profesi jurnalistik maupun PR (Public Relation) heruslah menyampaikan informasi secara jujur, bertanggung jawab dan menghargai khalayak. Informasi yang disampaikan tidak boleh menyesatkan dan memiliki itikad yang buruk. Baik dalam Jurnalistik maupun PR (Public Relation) mereka yang menggulati profesi ini, haruslah menjaga integritas profesi mereka. Mereka haruslah menjunjung kode etik profesi yang berlaku. Para professional dalam jurnalistik dan PR (Public Relation) tidak semestinya memanfaatkan informasi yang mereka dapatkan untuk kepentingan pribadi.

1 Like