Digasak Pandemi, Harga Cabai Keriting Membumi Menambah Runyam Kondisi Kehidupan Petani di Sirnoboyo, Wonogiri

Rahmadhani Ika Elprida

Jumat, 23 Oktober 2020 І 14:01
IMG-20201023-WA0013

Aktivitas pertanian saat pandemi Covid-19

Harga cabai keriting dari petani Sirnoboyo, Wonogiri mengalami kemrosotan yang drastis akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Petani mengalami kesulitaan dalam menghadapi harga cabai keriting yang menurun dari harga jual tahun lalu yang sangat tinggi. Menengok tahun lalu harga cabai dibandrol dengan harga Rp 25.000 per kilogram

Warti, salah seorang petani di dusun Ngasem, Kelurahan Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri yang mengolah lahan pertanian dimusim kemarau sebagai lahan pertanian cabai, mengatakan jika harga cabai sejak Mei sangat anjlok dari tahun lalu.
Saat pertama kali panen harga cabai keriting hijau dihargai Rp 1.500 per kilogram. Hari berikutnya harga cabai keriting hijau naik lima ratus perak dan menjadi Rp 2000 per kilogramnya.

Pada panen tahun ini harga cabai keriting tertinggi yaitu dibandrol sebesar Rp 10.000 per kilogram. Harga tersebut tidak lama menetap, dua hari setelahnya turun menjadi kisaran Rp 5000 sampai Rp 7000 per kilogram. Petani sudah senang sekali jika harga cabai keriting mencapai Rp 10.000 per kilogram, setidaknya masih ada sisa untuk pemenuhan kebutuhan lainnya.

“Ya susah sekali kalau harga cabai cuma dua ribuan, opo-opo larang dinggo butuh mangan wae kempas-kempis. Harga pestisida sama pupuk juga ikut naik, padahal itu kebutuhan pokok biar cabai bisa dipanen dalam jangka panjang. Ora nutup modal panenan tahun iki” ujar Warti saat ditemui di rumahnya.

Adanya penerapan jaga jarak dan larangan menggelar hajatan karena pandemi Covid-19 di Wonogiri, menjadi penyebab harga cabai keriting anjlok. Aktivitas belanja yang menurun juga menjadi penyebab harga cabai keriting turun drastis.

“Susah mbak, kalau musim kemarau seperti ini yang diandalakan cuma dari hasil panen cabai. Tidak ada kegiatan pertanian yang lain. Usum pagebluk seperti ini mau cari uang ya susah. Mentok-mentok ya hutang warung dulu buat kebutuhan masak” ujar Warti.

Dampak ekonomi sangat dirasakan oleh kalangan petani cabai. Kondisi ekonomi menjadi sulit, otomatis untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari juga sulit. Berbanding terbalik dengan tahun kemarin, harga cabai yang sangat tinggi maka memakmurkan kehidupan ekonomi petani cabai.

Menurut Warti (56) permintaan cabai keriting hijau hampir sama dengan tahun lalu, namun entah mengapa harga cabai keriting sangat berbeda dan merosot hingga harga terendah mencapai Rp 1.500 per kilogram.

Warti berharap, semoga pandemi Covid-19 bisa segera usai, sehingga kegiatan pertanian dan ekonomi bisa stabil seperti semula dan harga cabai bisa kembali normal. Paling tidak mencapi kisaran Rp 15.000 sampai dengan Rp 25.000 per kilogram.

2 Likes