Alquran, 21 Bahasa Daerah Sudah Diterjemahkan Oleh Kemenag

Luar biasa juga berita ini. Hanya dalam waktu lima tahun, ada 21 terjemahan Alquran dalam bahasa daerah Indonesia. Tidak mudah menerjemahkan kitab suci. Salah terjemahan, pasti beda tafsiran.

Mungkin ini bisa dibilang salah satu prestasi Kementerian Agama atau Kemenag. Lima tahun untuk terjemahan Alquran ke dalam 21 bahasa daerah Indonesia bukanlah hal yang mudah. Apalagi dengan adanya terjemahan Alquran dalam bahasa daerah, juga merupakan salah satu upaya dalam merawat bahasa daerah itu sendiri. Kekayaan Indonesia.

Daftar Terjemahan Alquran Dalam Bahasa Daerah

Setelah keliling sebentar di web resmi kemenag.go.id, akhirnya hanya menemukan 19 daftar terjemahan Alquran dalam bahasa daerah Indonesia, yaitu:

  1. Aceh (DIY Aceh)
  2. Melayu Ambon (Maluku)
  3. Bali (Bali)
  4. Banjar (Kalsel)
  5. Batak Angkola (Sumut)
  6. Bolaang Mongondow (Sulut)
  7. Bugis
  8. Dayak Kanayant (Kalbar)
  9. Jawa Banyumasan (Jateng)
  10. Kaili (Sulteng)
  11. Madura
  12. Makassar (Sulsel)
  13. Melayu
  14. Minang
  15. Osing atau Jawa Banyuwangi
  16. Palembang
  17. Sasak (NTB)
  18. Sunda
  19. Toraja (Sulteng)

Kalau dari berita terakhir, pengerjaanya dilakukan sejak lima tahun lalu. Artinya proses terjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah dimulai dari tahun 2014-an. Bahkan di berita lainnya, sudah ada aplikasi Alquran dalam bahasa daerah.

Alquran 21 Bahasa Daerah Sudah Diterjemahkan Oleh Kemenag

Alquran Dalam Bahasa Sunda dan Palembang yang Terbaru

Dari 21 terjemahan Alquran dalam bahasa daerah Indonesia, bahasa Sunda dan bahasa Palembang adalah hasil terjemahan yang paling baru diluncurkan, per Desember 2019.

Kemenag Terbitkan Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang dan Sunda

Minggu, 15/12/2019 13:45 Oleh Wisnubro

JPP JAKARTA - Kementerian Agama kembali meluncurkan terjemahan Alquran dalam bahasa daerah. “Baru saja saya melaunching dua Alquran terjemahan berbahasa daerah. Yang satu berbahasa Palembang, dan satunya lagi berbahasa Sunda,” ungkap Menteri Agama Fachrul Razi, di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

“Jadi total, kita sudah menerjemahkan Alquran ini ke dalam 21 bahasa daerah,” imbuhnya.

Menurut Menag, penyusunan terjemahan Alquran berbahasa daerah ini sangat penting untuk meningkatkan literasi keagamaan masyarakat. Apalagi menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang selama ini hanya mengenal bahasa lokalnya saja.

“Literasi Alquran sangat penting karena Alquran berperan sebagai hudan, petunjuk. Pedoman hidup bagi umat muslim,” tegas Menag Fachrul Razi.

Menag Fachrul Razi berharap dengan adanya terjemahan Alquran berbahasa daerah dapat memberikan manfaat, terutama bagi umat muslim yang sampai saat ini masih menggunakan bahasa lokal daerah.

“Ini salah satu upaya agar masyarakat bisa memahami Alquran dengan lebih baik. Kedua, juga ini ada kaitan memelihara agar bahasa Sunda dan Palembangnya enggak hilang. Kan kalau terawat dalam (terjemahan) Alquran itu lebih baik,” kata mantan Wakil Panglima TNI tersebut.

Untuk menyusun Alquran terjemahan dalam bahasa daerah ini, menurut Menag, Kementerian Agama juga melibatkan ahli sastra maupun budayawan. “Ada timnya yang menyusun. Ahli-ahli bahasa, ahli-ahli sastra, bukan hanya yang bisa bahasa Sunda atau Palembang saja. Tapi mereka yang menguasai tata bahasa,” jelas Menteri Agama RI.

Kepala Balitbang Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud mengungkapkan bahwa penyusunan terjemahan Alquran berbahasa Sunda dan Palembang ini membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun.

Ia menambahkan, dalam penyusunannya Kemenag mengumpulkan para ahli tafsir, peneliti, ahli bahasa, dan budayawan. Tak hanya itu, akademisi di lingkungan Kementerian Agama pun terlibat dalam setiap penyusunan Alquran terjemahan berbahasa daerah.

“Terakhir ini kita bekerjasama dengan UIN Raden Fatah Palembang, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” jelas Abdurrahman.

Abdurrahman menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Kemenag telah menghasilkan terjemahan Alquran dari 21 bahasa. Di antaranya, Terjemahan Alquran Bahasa Aceh, Batak Angkola, Minang, Palembang dan Sunda. Selain itu terjemahan dalam bahasa Jawa Banyumasan, Osing atau Jawa Banyuwangi, Dayak, Bugis, Madura, Sasak, Kaili, Mongondow, Melayu, Ambon dan lain-lain.

Selain meluncurkan Alquran Terjemah Bahasa Daerah Palembang dan Sunda, Menag juga meluncurkan Website Karya Ulama Nusantara, Website Penilaian Buku Agama, serta Ensiklopedi Ulama Nusantara yang terdiri dari sembilan jilid.(agm)

Teks Ilustrasi Dalam gambar: Menag Fachrul Razi menghadiri peluncuran Terjemahan Al Quran bahasa Sunda dan Palembang di Jakarta Desember 2019 (Kemenag)

Sumber:

  • Berita: https://jpp.go.id/humaniora/sosial-budaya/339524-kemenag-terbitkan-terjemahan-alquran-berbahasa-palembang-dan-sunda
  • 16 daftar terjemahan Alquran dalam bahasa daerah https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/puslitbang-lkkmo-launching-alquran-terjemah-bahasa-daerah
  • 12 daftar terjemahan Alquran dalam bahasa daerah https://kalsel.kemenag.go.id/files/kliping/727.pdf
  • Aplikasi Alquran dalam bahasa daerah se-Indonesia http://seamushaf.kemenag.go.id/telusuri/pdf/494/aplikasi-quran-digital-alquran-digital-nasdem.pdf Coba saja dicek adakah aplikasi Alquran digital ini di Google Playstore. Gratis diunduh.

Terjemahan Alquran Bahasa Daerah Versi PDF?

Pertanyaannya, adakah versi PDF Alquran dalam bahasa daerah ini yang sudah dipublikasi untuk umum? Tentu saja selayaknya ada, sebagaimana halnya versi terjemahan Alquran dalam bahasa Indonesia file PDF.

Dengan disebarkannya versi digital, akan lebih membumikan Alquran. Jangan lupa juga dibaca dan diamalkan.

Apakah Alquran sudah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah Sobat?

Wah, bahasa Banjar adalah bahasa saya. Saya jadi penasaran dengan Alquran terjemah Bahasa Banjar. :grin:

Wah orang Banjar toh. Enak nih, sebentar lagi Jakarta pindah ke Kalimantan.

Coba ke Kantor Balai Bahasa di ibu kota provinsi atau perpustakaan provinsi, mana tahu di sana ada Alquran bahasa Banjar. Trus, difoto, taruh di Instagram, sambil colek IG Bahasawan. :innocent: